Profil MTs MA’ARIF DARUL AFKAR

MTs. Ma’arif Darul Afkar, didirikan secara resmi pada 30 Juni 1985 dengan Surat Petetapan dari Pimpinan Ma’arif Wilayah Jawa Timur Nomor : PW/216/B-3/VI/1985 tertanggal 30 Juni 1985.

MTs. Ma’arif Darul Afkar dididirikan dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak muda usia sekolah setingkat lanjutan pertama. Kebutuhan pendidikan mereka sangat urgen mengingat satu-satunya lembaga pendidikan tingkat SLTP yang dimiliki oleh warga NU berada di Dusun Pambon yang jaraknya kurang lebih 3 km yaitu MTs. Ma’arif Darul Ulum Pambon. Pada setiap awal tahun pelajaran, banyak sekali lulusan Madrasah Ibtidaiyah yang lebih memilih bekerja atau nganggur sama sekali dari pada sekolah di Darul Ulum Pambon yang jaraknya cukup jauh itu. Maklum gema kewajiban belajar saat itu masih lemah terdengar dikalangan awam. Sementara itu pada tahun 1985-an jalan yang menghubungkan Sendangharjo-Pambon masih berupa jalan makadam yang bila kemarau datang debunya berterbangan dan bila musim penghujan datang becek jalan tak tertahankan.

Kebutuhan akan pendidikan setingkat SLTP itu, ditangkap oleh beberapa tokoh-tokoh NU Sendangharjo untuk mendirikan Madrasah Tsanawiyah yang diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan dunia pendidikan. Tokoh-Tokoh yang visioner pada saat itu seperti K. Muchazim Muhammat Thahid (Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Brondong Periode 2010 – 2015 ), K. Sudirman ( Pimpinan Ponpes Jadid Ar-Rahman Sendangharjo ), dan Bapak Musrom Abdam ( politikus, pengusaha) yang didampingi tokoh-tokoh tua seperti Kyai Kurdi, Kyai Suwiyajid, H. Moh. Isroil ( Matrail ), H. Munawar, Mukarap, Moh. Adzro’i ( Madrai, alm.), Karsidik dan lainya dengan dibantu tokoh-tokoh belia yang enerjik seperti H. Adenan, Sudarwam, Raspandi, Syamsul Anam ( Sulmanan ) dan Munjin, mereka melakukan rapat-rapat intensif guna mengegolkan keinginan mulia itu.  Pertolongan Allah SWT datang berupa wakaf sebidang tanah dari H. Munawar ( tanah yang ditempati oleh bangunan utama MTs. Ma’arif Darul Afkar saat ini ).

Nama yang dipilih untuk Madrasah Tsanawiyah yang baru itu adalah “ DARUL AFKAR “. Menurut sohibul hikayat, Darul Afkar berarti gedung atau semacam kawah condrodimuko yang menjadi tempat penggemblengan pemikiran ( al-afkar ). Dengan nama ini diharapkan semua siswa yang menimba ilmu di Darul Afkar mendapatkan enlightenment, semacam pencerahan pemikiran untuk mengarungi bahtera dunia ilmu pengetahuan, baik pengetahuan umum maupun keislaman klasik dan kontemporer,  setidak-tidaknya untuk tahap berikutnya. Oleh karena itu, konsep dasar yang dipakai adalah pemaduan antara kurikulum pesantren dan pemerintah. Di Darul Afkar pengajian kitab kuning seperti Imrithi ( nahwu ), Fathul Qorib ( Fiqh ), Tafsir dan Akhlaq masih kental dan tetap lestari dipertahankan.

Dengan Pengurus Yayasan dan guru yang profesional dan kompeten, MTs. Darul Afkar yang baru berdiri itu terus menunjukkan grafik perbaikan yang signifikan. Sehingga perkembanganya sangat menggembirakan. Lebih-lebih lulusan Ibtidaiyah dari Desa Lembor hampir 100 % nya menimba ilmu di Darul Afkar. Saat itu jumlah siswa setiap rombongan belajar mencapai 60 –an siswa. Ini terjadi pada era didirikan hingga tahun 2000-an. Disamping itu, alumni dari Darul Afkar mampu menunjukkan kapabilitas dan kredibilitas yang dapat dibanggakan, baik di sekitar Darul Afkar maupun di luar daerah.

Melihat perkembangan yang semakin menjanjikan itu, masyarakat semakin percaya dan menaruh harapan besar dari Darul Afkar. Kepercayaan itu terlihat dari Ibu Mulikah   ( istri H. Nur Hamid Mbelik ) yang memberikan shodaqoh jariyah uang untuk pengembangan lahan.  Dengan jariyah tersebut oleh para pengurus dibelikan tanah sebelah Barat dari H. Munawar. Dengan tanah yang cukup luas tersebut, mungkin satu-satunya lembaga milik NU di Kecamatan Brondong yang paling luas, maka sangat memungkinkan menjadikan Darul Afkar sebagai “ The Dream School ” atau paling tidak sebagai “ the Most Prominent Institutions” di Brondong untuk  masa mendatang.

                         mtsdarulafkar@20112011

 

                Tahun 2009 ini, Darul Afkar telah memasuki usia yang ke-24. Telah banyak kisah pahit dan getir dilaluinya. Namun semua itu bukanlah mengendorkan semangat perjuangan yang telah menyala-nyala, tetapi justeru kegetiran dijadikan sebuah pelajaran yang berharga untuk menggapai masa depan yang gemilang. Dengan semangat perjuangan Li I’lai Kalimatillah, semangat estafet kepemimpinan terus digulirkan sebagai pengejawantahan nilai-nilai demokrasi sekaligus transformasi atau semacam pewarisan semangat kejuangan. Di jajaran pengurus telah mengalami beberapa kali reformasi mulai dari “The Founding Fathers” yaitu K. Muchazim Muhammad Thahid selama 2 periode, kemudian Bapak Syukur 2 periode, Ustadz Umar Faruq 1 periode hingga sekarang berada pada tokoh muda yang potensial dan visioner, Muhammad Zainuddin, S. Pd. M. Pd. nmbar : Luasan Lahan MTs. Darul Afkar ; salah satu potensi besar sekaliiiiiiiiKecamatan Brondong yang paling luas, maka sangat